Jumat, 10 Maret 2017

Seruan Ormas Katolik Untuk Pilkada

JAKARTA - Organisasi Masyarakat Katolik menyampaiakan seruan bersama terkait Pilkada yang akan berlangsung pada 15 Februari 2017 mendatang.

Seruan tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang berlangsung di Gedung Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Jl. Cikini II No. 10, Jakarta, Minggu (12/2/2017)

Seruan yang bertajuk Pilihan Kita Untuk Bangsa dan Negara itu terdiri dari Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Pengurus Pusat Pemuda Katolik (PP Pemuda Katolik), Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Katolik Indonesia ( PP ISKA), Dewan Pengurus Pusat Wanita Katolik Republik Indonesia (DPP WKRI), Sekretariat Nasional Forum Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI) dan Vox Point Indonesia (VPI).

Seruan yang dibacakan Sekretaris Jenderal PP ISKA, Joanes Joko, menyerukan beberapa hal yakni pertama Pilkada pada dasarnya adalah sarana membangun peradaban bangsa berdasarkan Pancasila  yang lebih baik dalam rangka mencapai tujuan Nasional.

Dalam setiap Pilkada   sejatinya  warga negara memiliki kehendak bebas dalam menentukan pilihan politiknya sesuai hati nuraninya, sehingga politik uang maupun intimidasi yang justru menghancurkan peradaban bangsa haruslah ditolak.

Kedua, Mendorong seluruh jajaran pengurus atau aktivis Organisasi Kemasyarakatan Katolik di seluruh Indonesia untuk  berpartisipasi lebih aktif dalam seluruh tahapan pilkada serentak 2017 di seluruh Indonesia.

Ketiga, Menghimbau masyarakat untuk mengajak keluarga dan masyarakat disekitar anda yang memiliki hak pilih untuk hadir ke tempat-tempat pemungutan suara. Marilah menyalurkan hak pilih saudara dengan penuh kegembiraan sesuai hati nurani. Jangan Takut dan Apatis.

Keempat,  Mengajak seluruh masyarakat untuk turut serta mengawasi dan mengawal seluruh proses pilkada pada 15 Februari 2017 dari mulai tahap pencoblosan hingga rekapitulasi.  Laporkan bila  melihat , mengalami  kecurangan ataupun  intimidasi dalam pelaksanaan Pilkada Serentak 2017 kepada pihak berwenang dan Panitia pengawas setempat.

Kelima, Marilah memastikan bahwa calon yang dipilih mampu menciptakan keadaban publik yang adil, bermartabat dengan komitmen kuat menjaga NKRI, Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

Pada bagian terakhir, Joanes Joko mengatakan kita harus menyadari bahwa perselisihan, permusuhan, kebencian, sekat-sekat akibat pelaksanaan Pilkada bukanlah hal yang terpuji.

“Bangsa ini telah menanggung kerugian yang sangat besar dengan berkembangnya situasi tersebut. Perbedaan pilihan dalam Pilkada merupakan hak politik masing-masing yang harus kita saling hormati. Namun perbedaan itu jangan sampai memecah-belah persatuan dan kesatuan, dan keutuhan kita dalam berbangsa dan bernegara,” kata Joko.

Hadir pada kesempatan itu, Ketua Umum Vox Point Indonesia (VPI), Yohanes Handoyo Budhisedjati, Sekretaris Jenderal Vox Point Indonesia (VPI), Lidya Natalia Sartono, Ketua Bidang Politik PP Pemuda Katolik, Frederikus Lusti Tulis, Presidium Hubungan Masyarakat Katolik PP PMKRI, Vincentius Obeng, dan Wakil Ketua FMKI, Frans Sihol Siagian. (Sumber: Matakatolik)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar